Ambyar

Spread the love

Puisi Budi Setyawan
Narator Abednego Afriadi
Ilustrasi Musik Indah Fitriana

: buat didi kempot

1/
adalah kepergianmu yang gegas
tanpa kata
aba ataupun tanda
menengkarapkan sebuah pagi
ketika kemarau, tak ada hujan
hanya air mata negeri menderas
membasah di hari yang puasa

2/
dari stasiun balapan
kau terus berjalan perlahan
hingga lebih seribu kota
dengan rawan perasaan
patah hati
jatuh di kenyataan berbatu
menjadi luka
angan pecah berkeping
menjadi puing

tetapi terus berulang
harapan cinta selalu menjelma keriuhan
di dalam kepala dan dengan pesta
joget yang menguarkan gema
sambil pelan pelan merelakan
hasrat terjalin kian kecil
dan asmara yang muskil

3/
tak ada pertunjukan yang tak selesai
panggung pun sepi
saat kau diam diam pamit
lengang mengait
serupa benang melilit pada kenang
dan kuyup haru menggenang

tetapi orang orang seperti tak percaya
dan maut pun tak kuasa merenggut suaramu
yang masih akan mengembara
ke jantung pendengaran mereka
menjadi detak yang mengingatkan
berapa banyak surat kangen tak terbalas
ah, betapa murni kesedihan

4/
barangkali kau melanjutkan bernyanyi
sendiri di kejauhan langit
diiringi campursari sunyi

Bekasi, 5 Mei 2020

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *