English Lesson – Sakit Perut

Untuk mendengar audio, klik tombol di bawah ini:

Untuk mengunduh audio, silakan klik di sini.

Cerita: Muthia Sayekti

Narator: Muthia Sayekti

 

“Kamu kenapa, Tera? Kok dari tadi pegang perut terus?” tanya Difa terheran-heran melihat adiknya seperti meringis menahan rasa sakit

“Aku tak tahu, Difa… Rasanya perutku sakit sekali.”

“Kamu sudah makan belum?” Difa mulai menebak penyebab sakit perut adiknya.

Tera menggeleng lemah. Difa melihat jam dinding. Siang sudah mulai bergeser sedikit dan waktu menunjukkan pukul tiga lebih lima menit. Tera pasti terlambat makan siang.

Difa cepat-cepat mengambilkan air putih hangat dan madu. Ia juga menyiapkan sepiring nasi dengan lauk yang ada di meja makan.

“Ini minum dulu, Tera…” kata Difa sambil membantu adiknya meminum air hangat dan menyuapinya sesendok madu. Tera sudah nampak berkeringat dan tiba-tiba ia bersendawa.

“Sudah agak enakan, Difa. Terima kasih…” kata Tera sambil mengatur nafas.

“Iya, sama-sama. Ini, makan dulu… perutmu sakit karena kamu terlambat makan siang,”

Tera tidak banyak membantah. Ia memang merasa bersalah karena sedari siang terlalu asyik mendengar audio-book sampai lupa waktu makan. 

“Lain kali jangan diulangi, ya… Di dalam perutmu ada banyak organ yang penting untuk dijaga kesehatannya. Kalau kamu makannya tidak teratur, organ-organ itu bisa berfungsi tidak maksimal,”

“Memangnya organ di dalam perut ada apa saja sih, Difa?” tanya Tera penasaran

“Macam-macam… terutama untuk sistem pencernaan, yang mengolah makanan yang kita konsumsi.”

“Contohnya?” desak Tera pada kakaknya.

“Yang barusan kamu rasakan sakit itu, namanya lambung…”

“Oh begitu… Eh sambil belajar Bahasa Inggrisnya dong, Difa… Mau nggak?”

“Boleh. Lambung itu bahasa inggrisnya STOMACH, S-T-O-M-A-C-H.”

“Stomach, S-T-O-M-A-C-H. Wah, sama seperti bahasa inggrisnya perut ya?”

“Betul sekali. Lalu setelah lambung, ada usus halus, bahasa inggrinya SMALL INSTESTINE, S-M-A-L-L-I-N-T-E-S-T-I-N-E,”

“SMALL INTESTINE, S-M-A-L-L-I-N-T-E-S-T-I-N-E”

“Sip. Selanjutnya ada usus besar. Kalau ini bahasa inggrisnya COLON, C-O-L-O-N,”

“COLON, C-O-L-O-N! Bukan Big Intestine ya? Hehe” kata Tera iseng bertanya.

“Hahaha… bukan, Tera. Bisa saja kamu ini. Oh ya, lupa… sebelum usus besar ada usus 12 jari. Yang ini bahasa inggrisnya, DUODENUM, D-U-O-D-E-N-U-M,”

“DUODENUM, D-U-O-D-E-N-U-M”

“Good! Nah, ini bagian dalam pencernaan yang fungsinya sebagai jalur untuk membuang sisa makanan namanya dubur, bahasa inggrisnya RECTUM, R-E-C-T-U-M”

“RECTUM, R-E-C-T-U-M. Bukan anus ya, Difa?

“Sama saja kok, itu sinonimnya. Anus pun bahasa inggrisnya sama, tapi pengucapannya ANUS, A-N-U-S,”

“ANUS, A-N-U-S”

“Yap! Betul begitu… nah, sekarang tahu kan organ-organ dalam perut kita? Semua itu perlu kita jaga kesehatannya. Jangan diulangi lagi ya lupa waktu makannya, biar nggak sakit lagi,”

“Siap, Difa… terima kasih ya!”

 

English Lesson – Di Mana Sepatuku?

Untuk mendengar audio, klik tombol di bawah ini:

Untuk mengunduh audio, silakan klik di sini.

Cerita: Muthia Sayekti

Penutur: Mutia Sayekti

 

“Sudah siap, Tera?” tanya  Difa kepada adiknya. Sore itu Difa ingin mengajak adiknya berjalan-jalan santai sambil mencari udara segar.

“Tunggu, aku belum pakai sepatu,” jawab Tera.

“Sini, mari kubantu…” kata Difa sambil menggandeng tangan adiknya ke tempat diletakannya rak sepatu. Kemudian Difa meletakkan tangan adiknya untuk meraba-raba sendiri dan menemukan alas kaki miliknya.

“Sebentar ya,  Difa…” ia kembali meraba-raba dengan ragu. Sampai akhirnya ia menemukan sepasang sepatu yang dirasa miliknya.

“Hey, Tera… that is my shoes, itu sepatuku” kata Difa menegurnya dengan halus. Ibu sesekali memang membelikan kedua putrinya sepatu kembar dengan ukuran yang berbeda. Kebetulan Tera saat itu keliru mengambil sepatu milik kakaknya.

“Oh, really? Iya kah…? I am sorry, Difa. So, where’s mine? Lalu, dimana ya yang punyaku?”

“Wait a moment… Tunggu sebentar, ya…” Difa ikut membantu mencarikan sepatu adiknya. Ternyata rak sepatu memang sudah begitu penuh. Banyak sepatu yang saling tumpuk.

“Is it mommy’s shoes? Apakah ini sepatunya ibu?” tanya Terra meraba-raba sepasang sepatu hak berbahan bludru.

“Yes, it is. It’s her shoes. Ya, betul sekali. Itu sepatunya ibu,” jawab Difa sambil dengan sabar membongkar satu demi satu tumpukan sepatu.

“How about this? It must be daddy’s shoes. Kalau yang ini? Ini pasti sepatunya ayah,” tanya Tera setelah meraba-raba sepatu fantofel hitam berukuran 43.

“Hahaha, that’s right, Tera. It is his shoes. How could you know? Hahaha Betul sekali, Tera. Itu sepatunya ayah. Bagaimana kamu bisa tahu?”

“It’s very big, Difa. Our daddy has big feet! Ini besar sekali, Difa. Ayah kita kan punya kaki yang besar!”

Difa terus mencari dan pada akhirnya menemukan sepatu milik Tera di bawah tumpukan sepatu olahraga ayahnya. 

“Nah, this is it! it is your shoes, Tera… Nah, ini dia! Ini sepatumu, Tera…” kata Difa sambil memberikan sepasang sepatu pada Tera. 

“Hore… akhirnya ketemu…” Tera pun segera menggunakan sepatunya. Ia sudah tak sabar untuk segera jalan-jalan sore dengan kakaknya.

“Are you ready? Sudah siap?” tanya Difa sekali lagi.

“Yes, I am ready! Let’s go!” jawab Tera bersemangat. Setelah keluar dari rumah, Tera merasakan kulitnya disentuh oleh angin yang lembut. Ah, sore yang cerah dan indah!

English Lesson – Mengenal Nama Hewan di Peternakan Paman Alit

Mengenal Nama Hewan di Peternakan Paman Alit

Cerita karya: Dian Erika

Narrator: Ilona Joline Surjorahardjo

download

 

Hari ini Difa dan Tera berkunjung ke peternakan Paman Alit. Tera sangat senang dan bersemangat. Paman Alit memiliki peternakan yang luas. Setelah meminta izin pada Paman Alit, Difa dan Tera pun berjalan-jalan mengelilingi peternakan sambil belajar mengenal nama-nama hewan dalam bahasa Inggris.

“Lihat! Itu COW.” kata Difa saat tiba di kandang sapi.

“COW,” Tera menirukan.

“COW itu bahasa Inggris untuk sapi, dieja C-O-W, COW,” jelas Difa.

Tak jauh dari kandang sapi, mereka melihat sekumpulan bebek sedang berenang di kolam.

“Itu DUCK,” kata Difa.

“DUCK,” tiru Tera.

“DUCK artinya bebek, dieja D-U-C-K,” Difa mengeja.

Mereka melanjutkan hingga sampai di kandang kuda.

“Bahasa Inggris untuk kuda adalah HORSE,” ucap Difa.

“HORSE,” Difa mengulang.

“Benar, dieja H-O-R-S-E, HORSE,” Difa menguraikan.

Difa dan Tera berjalan lagi, mereka tiba di kandang ayam. Tampak beberapa pegawai peternakan Paman Alit sedang memberi makan ayam-ayam tersebut.

“Itu CHICKEN,” jelas Difa.

“CHICKEN,” Tera mengulangi ucapan Difa.

“CHICKEN adalah bahasa Inggris untuk ayam. Dieja C-H-I-C-K-E-N,” kata Difa.

“Ada juga kata khusus untuk menyebut ayam jantan dan betina,” lanjutnya.

“Apa, Kak?” Tera penasaran.

“HEN untuk menyebut ayam betina, dieja H-E-N,” jelas Difa.

“HEN, ayam betina,” Tera mengulang.

“Sedangkan untuk ayam jantan disebut ROOSTER,” lanjut Difa.

“ROOSTER,” Tera menirukan.

“ROOSTER dieja R-O-O-S-T-E-R,” Difa menerangkan.

Mereka berjalan lagi hingga tiba di kandang domba dan kambing yang terletak berdekatan.

“Ini SHEEP, domba,” kata Difa sambil mendekati seekor domba.

“SIP,” tiru Tera.

“Bukan SIP, tapi SHEEP,” Difa mengoreksi.

“SHEEP,” ucap Tera.

“Nah, benar. SHEEP dieja S-H-E-E-P,” ujar Difa menjelaskan.

“Kalau yang itu GOAT, kambing,” kata Difa seraya menunjuk seekor kambing.

“GOAT,” Tera menirukan.

“Dieja G-O-A-T,” terang Difa.

Tak terasa mereka sudah selesai mengelilingi peternakan Paman Alit.

“Jadi Tera, nama hewan apa saja yang sudah kamu pelajari dalam bahasa Inggris saat jalan-jalan tadi?” Difa bertanya.

“Banyak, Kak,” jawab Tera.

“Coba sebutkan,” pinta Difa.

“Pertama adalah COW, artinya sapi. Lalu DUCK, artinya bebek. Kemudian HORSE, artinya kuda,” Tera mengingat-ingat.

“Lalu apalagi?” tanya Difa.

“ CHICKEN, artinya ayam. HEN adalah ayam betina, dan ROOSTER adalah ayam jantan,” jawab Tera.

“Kemudian SHEEP, artinya domba. Dan yang terakhir adalah GOAT, artinya kambing,” lanjut Tera dengan mantab.

“Bagus, kita sudah jalan-jalan dan belajar hari ini. Sekarang hari sudah siang, ayo pamit pulang ke Paman Alit, ibu pasti sudah menunggu di rumah,” kata Difa.

Mereka berdua pun pulang dengan gembira.

 

English Lesson – Berkunjung ke Rumah Nina

Berkunjung ke Rumah Nina

Penyusun: Daria Ratna Gumulya

Penutur: Ilona Joline Surjorahardjo

download

 

Sore itu cerah, Difa mengajak Tera berkunjung ke rumah Nina, teman sekelasnya untuk mengerjakan tugas kelompok Bahasa Indonesia. Sesampai di sana, ternyata Nina sedang mandi.

“Silakan duduk dulu ya saying,” kata Ibu Nina. Difa dan Tera mengiyakan dan mereka menunggu di ruang tengah.

“Kamu ingat apa bahasa Inggris kursi, Tera?” Difa bertanya pada adiknya.

“Tentu. Kursi adalah Chair. C-H-A-I-R,” jawab Tera.

“Kalau meja?”

“Table. T-A-B-L-E,” Tera menjawab mantab.

“Tera, di sebelah kirimu ada lemari dan banyak foto dipajang di situ. Kamu ingat apa bahasa Inggris untuk lemari?”

“Cupboard. C-U-P-B-O-A-R-D” Tera mengeja.

“Good. kalau Foto?”

“Picture. P-I-C-T-U-R-E.”

“Ah, kamu pintar. Lalu persis di depanmu ada lukisan menempel di dinding. Apa bahaba Inggris Lukisan?”

“Painting. P-A-I-N-T-I-N-G,” jelas Tera.

“Kalau dinding?”

“Wall. W-A-L-L. Wall.”

“Lalu di sudut ruangan itu ada vas bunga cukup besar. Masih ingat bahasa Inggris Vas?”

“Vas bunga adalah VASE. V-A-S-E”

“Ah, kamu memang pintar. Nah, semua benda itu ada di sini. Di ruang tamu atau ruang keluarga. Dalam Bahasa Inggris disebut: Living Room. L-I-V-I-N-G R-O-O-M”

“Living Room,” Tera menirukan Difa.

“Nah, di ruangan ini juga ada Televisi. Television. T-EL-E-V-I-S-I-O-N, lalu Karpet dalam bahasa Inggris: Carpet C-A-R-P-E-T dan jam dinding. Clock dieja C-L-O-C-K” terang  Difa.

“Baik, Difa, aku akan mengingat semua kata benda yang kamu ajarkan hari ini.”

“Bagus. kamu memang pintar.”

English Lesson – Tubuh dan Fungsinya

Tubuh dan Fungsinya

Penyusun: Linna Benardi

Penutur: Ilona Joline Surjorahardjo

download

 

Cuaca cerah. Difa dan Tera bermain di halaman. Berdua asyik menyanyikan lagu ciptaan Pak Kasur. Dua mata saya / Hidung saya satu / Dua kaki saya / Pakai sepatu baru /

Dua telinga saya / Yang kiri dan kanan / Satu mulut saya / Tidak berhenti makan.

Tiba-tiba, Difa mengajak Tera bermain Tanya-jawab tentang anggota tubuh dalam bahasa Inggris.

 

“Aku dulu yang memulai. Bentukku bulat, tugasku melihat. Siapakah aku?” Tanya Difa.

“Eye,” jawab Tera. “Eye. Mata.”

“Good. Bagaimana mengejanya?”

“ E-Y-E, Eye,” Tera menjawab dengan jelas.

“Aku bisa mencium bau masakan lezat. Siapakah aku?”

“NOSE,” jawab Tera.

“Betul. NOSE,” Difa menirukan jawaban Tera. “NOSE itu Bahasa Inggris untuk hidung. Dieja  N-O-S-E, NOSE,”

“Coba tebak, berjalan, berlari dan melompat adalah beberapa fungsiku. Kemarin aku mendapat hadiah sepatu baru. Siapakah aku?” Tanya Difa.

“FOOT,”

“Benar. FOOT, artinya kaki. bagaimana mengejanya?”

“FOOT dieja F-O-O-T, FOOT,” kata Tera.

“Jumlahku dua, ada yang kiri dan kanan. Aku berguna untuk menulis juga bersalaman. siapakah aku?”

“HAND,” jawab Tera

“HAND, tangan. Bagaimana mengejanya?” Difa bertanya.

“HAND dieja H-A-N-D, HAND,” kata Tera

“Good! Jumlahku juga dua. Berguna untuk mendengar suaramu yang merdu, siapakah aku?” Tanya Difa.

“EAR,”jawab Tera lantang.

“EAR, benar. EAR adalah telinga. Dieja E-A-R, EAR,” jelas Difa.

“Tugasnya adalah bernyanyi, berbicara, makan dan minum. Siapakahaku?”

“MOUTH, mulut.” jawab Tera.

“MOUTH, good. bagaimana mengejanya?” Difa bertanya.

“MOUTH dieja M-O-U-T-H, MOUTH,”

“Wah, kamu pintar sekali, Tera, sekarang coba ulang dari awal,”

“EYE adalah mata. NOSE adalah hidung. FOOT adalah kaki. HAND adalah tangan. EAR  adalah telinga. Dan MOUTH adalah mulut.” Lancar Tera menyebut bagian tubuhnya dalam Bahasa Inggris.

“Bagus sekali, Tera. kita akan lanjutkan bermain tebak-tebakan besok ya, kita akan belajar lebih banyak lagi tentang tubuh kita.”

“Baik, Difa. Thank you.” kata Tera gembira.

 

English Lesson – Mari Memasak

Mari Memasak

cerita karya: Impian Nopitasari

Narator: Evi Baiturohmah

download

Hari ini ibu tidak di rumah. Kak Difa mengajak Tera memasak untuk makan siang. Tera senang bisa membantu kakaknya. Kak Difa mengumpulkan bahan-bahan sambil mengajari Tera nama-nama sayur dalam bahasa Inggris. Tera mengamati kakaknya.

“Ini apa, Tera?” tanya kakaknya.

“Terong,” jawab Tera

“Benar. Terong. Bahasa inggrisnya EGGPLANT. E-G-G-P-L-A-N-T,”

“Eggplant..” Tera menirukan.

“Bagus!”

“Kalau ini apa, Kak?” tanya Tera sambil memegang kacang panjang.

“Itu kacang panjang, bahasa inggrisnya LONG BEANS. L-O-N-G-B-E-A-N-S,”

“Kalau kacang tanah?” tanya Tera

“Kacang tanah itu PEANUT. P-E-A-N-UT,”

“Peanut.” Tera menirukan.

“Kalau ini kesukaanku, Kak. Wortel. Wortel itu CARROT ya?” Tera menebak.

“Benar, Tera. CARROT. Dieja C-A-R-R-O-T,”

“Yang ini aku juga tahu. Tomat kan? apa bahasa inggrisnya?”

“TOMATO, T-O-M-A-T-O,”

Tera mengambil tiga jenis bawang “Kak, kalau ini apa ya?”

“Bawang bombay itu ONION. O-N-I-O-N.

“Onion.”

“Bawang putih: GARLIC. G-A-R-L-I-C.”

“Garlic”

“Bawang merah itu SHALLOT. S-H-A-L-L-O-T,”

“Shallot.”

“Terakhir, kak. Kalau cabai apa ya?” Tera bertanya.

“Cabai itu CHILI PEPPER. C-H-I-L-I-P-E-P-P-E-R,”

“Chili pepper,” Tera menirukan.

“Anak Pintar!!”

Tera senang belajar bersama Kak Difa. Kak Difa berjanji, besok akan mengajak Tera berbelanja ke pasar sambil belajar nama sayur dalam bahasa inggris lebih banyak lagi. Tera tidak sabar untuk menunggu esok hari tiba. []

Berbelanja ke Pasar Sambil Mengenal Nama Sayuran dalam Bahasa Inggris

Pagi ini sesuai janji, Kak Difa mengajak Tera pergi belanja ke pasar bersama. Mereka sampai ke kios sayuran. Difa mengamati kakaknya belanja sambil sekali-kali bertanya.

“Kak Difa beli bayam nih, hayo apa bahasa Inggrisnya bayam?” tanya Kak Difa.

Tera menggeleng “Belum tahu, Kak,”

“Bayam itu bahasa Inggrisnya SPINACH. Dieja S-P-I-N-A-C-H,”

“Kak Difa beli kol juga?”

“Iya. Kol atau kubis yang bahasa Inggrisnya itu CABBAGE. C-A-B-B-A-G-E,”

“Kak, Tera pengin timun,” pinta Tera.

“Bahasa Inggrisnya timun apa dulu dong?” tanya Kak Difa.

“Sebentar, Difa ingat, timun itu CUCUMBER. Tapi Tera belum tahu cara mengejanya,”

“Oke, CUCUMBER itu cara mengejanya C-U-C-U-M-B-E-R,”

“Kalau ini apa, Kak?” tanya Tera sambil memegang seledri

“Itu seledri, bahasa Inggrisnya CELERY. C-E-L-E-R-Y,”

“Kak Difa juga beli buncis. Buncis itu BEAN. B-E-A-N,”

“Kak, labunya berat nih. Nanti yang bawa Kak Difa aja ya,” kata Tera.

“Haha baiklah, Tera. Ini labu yang seperti buat Halloween itu loh. Bahasa Inggrisnya PUMPKIN. P-U-M-P-K-I-N,”

Tera menunggu Kak Difa membayar semua belanjaan. Tera senang sekali bisa ikut belanja ke pasar sambil belajar. Kak Difa janji nanti liburan sekolah akan mengajak Tera berkunjung ke kebun sayuran paman Alit.. Tera tidak sabar untuk berkunjung ke sana. Pasti akan sangat menyenangkan.

English Lesson – Persiapan Masuk Sekolah

Persiapan Masuk Sekolah

Cerita: Trisna Maharani

Narrator: Reni

download

 

Besok pagi adalah hari pertama Tera masuk Sekolah. Tera tampak bersemangat dan  tidak sabar menunggu esok pagi. Malam itu sebelum tidur, Tera bertanya kepada Difa apa saja yang ada di sekolah dan semua keperluannya.

“Jadi, Tera.. di ruang kelas besok, kamu akan melihat papan tulis tempat guru mengajarimu menulis. Jika papan tulis itu berwarna hitam, kita menyebutnya dalam bahasa Inggris: Blackboard. B-L-A-C-K-B-O-A-R-D.”

“Blackboard.”

“Banar. kalau papan tulis berwarna putih, Whiteboard.”

“Whiteboard,” Tera menirukan.

“Iya, whiteboard.  W-H-I-T-E B-O-A-R-D.”

“Guru menggunakan kapur tulis, dalam Bahasa Inggris: Chalk. C-H-A-L-K.”

“Chalk.”

“Benar. Mari kita lanjutkan,”

“Sekarang kakak lihat isi tas sekolahmu. Nah ini ada Buku. Book. B-O-O-K.”

“Book.”

“Ini Penghapus. Araser. E-R-A-S-E-R”

“Eraser.”

“Dan ini Pensil. Pencil. P-E-N-C-I-L.”

“Pencil”

“Bagus,  

“Kalau Tas, dalam bahasa Inggris: Bag. B-A-G.”

“Bag.”

“Penggaris: Ruler. R-U-L-E-R.”

“Ruler.”

“Ini Sharpener. S-H-A-R-P-E-N-E-R.”

“Sharpener.”

“Ya, Sharpener adalah Rautan.”

“Kalau tempat pensil?” Tera bertanya.

“Pencil Case, P-E-N-C-I-L  C-A-S-E.”

“Pencil case.” Tera menirukan.

“Nah, kalau ini Pembatas Buku. Bookmark. B-O-O-K-M-A-R-K.”

“Bookmark,”

“Iya, benar. Kalau Tera sedang membaca, untuk menandai sampai halaman berapa, Tera bisa menyelipkan Bookmark di situ.”

“Bagaimana kalau aku menyebut Sampul Buku?” Tanya Tera.

“Book Cover. B-O-O-K C-O-V-E-R.”

“Book cover.”

“Bagus. Kurasa kamu sudah mengerti, Tera. Mari kita ulangi.”

“Baik. aku akan menyebutnya. Whiteboard adalah papan tulis berwarna putih. Blackboard adalah papan tulis berwarna hitam.  Kapur bahasa Inggrisnya: Chalk.”

“Bagus. Lalu?”

“Book adalah Buku. Eraser adalah Penghapus. Sharpener, Rautan. Pencil: Pensil. Tempat Pensil: Pancil Case. Pembatas Buku: Bookmark.  Sampul Buku: Book Cover.”

“Bagus, Tera. ada yang belum kamu sebut,” ucap Difa.

“Apa ya?”

“Tas?”

“Oh iya, Tas adalah Bag!”

“Good Job, Tera. sekarang kemasi peralatan sekolahmu. Besok kita belajar lagi.” []

 

English Lesson – Musim Sudah Berganti

Musim Sudah Berganti

Cerita: Indah Darmastuti

Narator: Siti Fathonah

download

 

“Aku pulang….” Teriak Difa girang. Ia baru pulang sekolah.

“Wah..Badanku basah semua.”

“Kamu lupa membawa payung ya?” Tanya Tera.

“Tidak.  Tetapi aku tadi mengantar kawan yang lupa membawa payung.”

“Harusnya jangan sampai lupa karena musim sudah berganti.”

“Betul, Tera. Kita sudah masuk ke Rainy. Rainy adalah bahasa Inggris musim penghujan.”

“Rainy?”

“Ya! Rainy. R-A-I-N-Y.”

“Benar. Di negeri kita hanya ada dua musim. Musim penghujan dan musim kemarau. Kalau musim kemarau bahasa Inggrisnya: Dry Season.”

“Dry Season.”

“Benar, Dry Season. D-R-Y S-E-A-S-O-N.”

“Kalau di Eropa, mereka mengalami empat musim.”

“Musim Semi. Spring. S-P-R-I-N-G.”

“Spring.”

“Musim Panas. Summer. S-U-M-M-E-R.”

“Summer.”

“Autumn. Autumn. Musim Gugur.. A-U-T-U-M-N.”

“Autumn.”

“Untuk Musim Dingin kita menyebutnya Winter. W-I-N-T-E-R.”

“Winter. Musim Dingin. Di sana banyak salju ya?”

“Benar. Banyak salju. Snow.”

“Snow?

“Ya. Snow adalah salju. S-N-O-W.”

“Aku ingin memegang salju, kak.”

“Ya, Tera. Teruslah berharap. Dan rawat baik-baik keinginanmu. Semoga kamu bisa meraihnya. Tetapi, sekarang coba ulang macam-macam musim dalam bahasa Inggris.”

“Rainy, musim penghujan.”

“Dry Season, Musim kemarau.”

“Spring, musim semi.”

“Summer, Musim Panas.”

“Autumn, Musim Semi.”

“Winter, Musim dingin.”

“Bagus. Sekarang mari kita duduk di sini, kita akan mendengar suara hujan.”

“Ya. Hujan.  Aku suka mendengar suara hujan.”

“Hujan, dalam bahasa Inggris: Rain.”

“Rain. Baiklah, mari kita mendengar suara Rain.”

Mereka berdua duduk bersebelah. Masing-masing membawa secangkir teh hangat.

English Lesson – Kebun Bunga Nenek Uti

Kebun Bunga Nenek Uti

Cerita karya: Linggar Rimbawati

Narrator: Siti Fathonah

download

 

Selama tiga hari ini Difa dan Tera berlibur ke rumah Nenek Uti di desa. Nenek Uti tinggal di sebuah rumah mungil dengan pekarangan yang luas. Di sana, Nenek menanam bunga-bunga dan tanaman buah. Wah, kebun Nenek tampak indah dan asri. Difa dan Tera sibuk berkeliling untuk mengumpulkan bunga-bunga itu.

“Yuk, kita jalan-jalan sambil mengenal nama-bama bunga dalam Bahasa Inggris,” ajak Difa sambil menggandeng tangan Tera.

“Apa bahasa Inggrisnya “bunga”, kak?” Tanya Tera bersemangat.

“FLOWER,”

“FLO..WER..?” ragu-ragu Tera menirukan.

“Ya, Tera. FLOWER, itu bahasa Inggris untuk BUNGA. Dieja F-L-O-W-E-R,” Difa menjelaskan dengan sabar. Mereka mulai memetik satu per satu bunga di kebun.

“Ini namanya ROSE,” kata Difa, “Coba cium bunga mawar ini, Tera, wangi kan?”

“ROSE,” ucap Tera,

“Betul. dieja: R-O-S-E,”

“Kalau yang ini Melati. Bahasa Inggrisnya: JASMINE,” Difa menjelaskan.

“JASMINE?”

“Ya, Melati adalah Jasmkine. J-A-S-M-I-N-E,” Tera mendekatkan hidungnya, menghirup wangi Jasmine.

“Kalau bunga anggrek,” tanya Tera tiba-tiba.

“Anggrek? Itu ORCHID,”

“ORCHID? Bahasa Inggris untuk anggrek itu ORCHID, ya?” tanya Tera penasaran.

“Benar, Tera, ORCHID. Kita mengejanya O-R-C-H-I-D,”

Difa membawa Tera mendekati tanaman anggrek yang menempel pada sebatang pohon rambutan. Tak jauh dari situ terdapat sepetak kecil kebun bunga matahari.

“Wah, bunga matahari Nenek sudah mekar. Cantik sekali…” Difa berteriak riang.

“Bunga matahari?” Tera penasaran.

“Iya, Tera, SUNFLOWER, itu bahasa Inggris untuk bunga matahari,”

“SUNFLOWER,” Tera menirukan, “bagaimana mengejanya?”

“S-U-N-F-L-O-W-E-R. SUNFLOWER,”

“Tera, kemarilah. Ini ada DAISY, bunga Aster.” Difa berteriak semangat.

“Bunga Aster?” Tera penasaran.

“Iya, bunga aster, Tera. Mirip dengan bunga krisan. Kita menyebutnya DAISY dalam bahasa Inggris dan mengejanya D-A-I-S-Y,”

“DAISY,” Tera menirukan dengan tepat. “Lalu, apa bahasa inggris untuk Bunga Krisan?”

“CHRYSANTHEMUM!” Kita menulisnya C-H-R-Y-S-A-N-T-H-E-M-U-M,”

“CHRYSANTHEMUM,” Tera menirukan, “Wah agak kepanjangan, susah ngomongnya,”

“Tenang saja, Tera. Tetaplah belajar, jangan putus asa.”

Tidak terasa mereka sudah mengumpulkan aneka rupa bunga dari kebun Nenek Uti. Keranjang mereka penuh dengan bunga-bunga.

“Nah, kita sudah mengumpulkan banyak bunga, Tera,”

“Ya, dan aku ingat nama-nama bunga dalam bahasa Inggris,” Tera terdengar sangat yakin.

“Oya? Coba sebutkan,” pinta Difa

“FLOWER itu bahasa Inggris untuk bunga, ROSE untuk Mawar, JASMINE untuk Melati,” dengan percaya diri Tera menjawab tantangan Difa.

“Ya, betul sekali, Tera. Nah, bagaimana kita menyebut Anggrek dan Bunga Matahari dalam bahasa Inggris?”

“ORCHID untuk Anggrek dan SUNFLOWER untuk Bunga Matahari,” teriak Tera dengan percaya diri.

“Wah, hebat sekali, Tera. Lalu bagaimana kita menyebut Bunga Aster dan Krisan dalam bahasa Inggris?’

“DAISY untuk Aster dan CHRYSANTEMUM untuk Kunga Krisan!”

Difa memeluk adiknya erat. Ia senang adiknya rajin belajar. Hari ini adiknya menambah perbendaharaan kata dalam bahasa Inggris. Besok, Difa akan mengajak Tera ke toko bunga. Mereka akan membeli bunga untuk perayaan ulang tahun Ibu.

 

 

 

 

 

 

 

 

English Lesson – Kompas Milik Difa

Kompas Milik Difa

Cerita: Indah Darmastuti

Narator: Evy Baiturohmah

download

 

Sesampai di rumah, Difa langsung meletakkan tas ranselnya. Ia mengeluarkan semua benda di dalamnya. Dari seberang tempat duduk, Tera mengamati benda-benda yang dikeluarkan Difa.

“Itu yang ada di tanganmu, apa namanya, Difa?”

“Ini Kompas, Tera. Untuk mengetahui arah mata angin. Yuk, kita belajar arah mata angin dalam bahasa Inggris.”

“Asyik, ayo kita mulai.’

“Lihat ke sini. Kita mulai dari jarum yang di atas. Ini Utara. North. N-O-R-T-H.”

“North, Utara.”

“Yang ini Northeast. Timur laut. N-O-R-T-H-E-A-S-T.”

“Northeast. Timur laut.”

“Di sini  letak arah Timur. East. E-A-S-T.”

“Timur. East.”

“Benar. Kalau di sini Southeast. Tenggara. S-O-U-T-H-E-A-S-T.”

“Southeast. Tenggara.”

“Good. Ini Selatan. South. S-O-U-T-H.”

“South. Selatan.”

“Ini letak Southwest, Baratdaya. S-O-U-T-H-W-E-S-T.”

“Southwest.”

“Ini arah Barat. West. W-E-S-T.”

“West.”

“Barat laut. Northwest. N-O-R-T-H-W-E-S-T”

“Barat laut. Northwest.”

“Bagus, sekarang coba Tera mengulang dari awal.’

“North, Utara.”

“Northeast. Timur laut.”

“Timur. East.”

“Southeast. Tenggara.”

“South. Selatan.”

“Southwest.”

“West.”

“Barat laut. Northwest.”

“You are great!”

“Artinya?”

“Kamu hebat! You are great!”

“Thank you!”

“You are welcome.”

 

 

 

 

>