Cerita Anak – Pensil Warna untuk Diandra

Pensil Warna untuk Diandra

Cerita anak : Impian Nopitasari

Versi Cetak: Kedaulatan Rakyat, Juli 2017

Narator: Indah Darmastuti

download

Intan dan Diandra adalah teman sekelas di TK Tunggak Semi. Mereka berdua adalah sahabat yang sering melakukan aktivitas bersama-sama. Meskipun Intan adalah anak orang berada, dia tidak malu berteman dengan Diandra yang anak tukang becak dan buruh cuci. Setiap hari mereka berangkat sekolah bersama-sama diantar bapak Diandra yang kebetulan becaknya menjadi langganan keluarga Intan.

Intan dan Diandra suka menggambar dan mewarnai. Diandra sering diajak ke rumah Intan untuk mewarnai bersama. Intan punya banyak buku mewarnai dan pensil warna serta crayon yang bagus-bagus. Intan tak segan untuk meminjamkannya kepada Diandra.

“Ah andai aku punya pensil warna seperti Intan,” ujar Diandra dalam hati. Diandra merasa sedih karena pensil warna kepunyaannya sudah pendek dan warnanya sudah tidak lengkap. Dia tidak berani minta kepada orang tuanya karena penghasilan orang tuanya yang pas-pasan, kadang kurang.

Suatu hari di sekolah ibu guru mengumumkan kalau ada lomba mewarnai yang diadakan oleh taman baca setempat. Semua murid boleh mengikuti lomba tersebut. Intan senang sekali mendengarnya.

“Diandra, kamu ikut lomba mewarnai juga, kan?” Tanya Intan kepada Diandra.

“Sebenarnya aku ingin ikut, tapi..,” jawab Diandra ragu-ragu.

“Kamu harus ikut Diandra, nanti berangkat bareng aku ya?” ajak Intan penuh harap.

Diandra lama terdiam. Dia ingin ikut lomba tersebut, tapi dia malu karena tidak punya pensil warna yang bagus. Di tempat lomba pasti pesertanya bagus-bagus peralatannya, pikir Diandra. Diandra memupus keinginannya untuk ikut lomba.

***

Hari diadakan lomba pun tiba. Dari pagi Intan sudah semangat untuk mengikuti lomba tersebut. Setelah mandi dan sarapan, Intan berangkat diandratar ayah dan ibunya. Sebelum ke tempat tujuan, mereka mampir ke rumah Diandra untuk menjemputnya.

Sesampai di rumah Diandra, mereka hanya bertemu dengan ibu Diandra yang akan berangkat memburuh cuci.

“Maaf, Pak, Bu, Nak Intan, Diandra tadi sudah berangkat ngiderin kue, ada perlu apakah?”

“Kami ke sini ingin menjemput Diandra, Bu. Apa Diandra tidak bilang kalau ada lomba mewarnai?” ayah Intan menjelaskan sekaligus bertanya.

“Wah, lomba apa, ya? Diandra tidak pernah bilang, Pak. Dia hanya bilang kalau ingin membantu orang tuanya lebih giat lagi agar bisa membeli pensil warna, karena kebetulan pensil warna miliknya sudah tidak layak lagi, kami belum bisa membelikannya,” ujar Ibu Diandra dengan wajah yang sedih.

Intan juga ikut sedih. Tapi dia harus tetap berangkat. Mereka mohon diri.

Sesampai di tempat lomba, peserta sudah banyak sekali. Tak lama kemudian, panitia memberikan arahan jalannya lomba. Lomba pun dimulai. Intan mengikuti lomba dengan semangat, ayah ibu juga memberi semangat untuk Intan.

Waktu lomba pun selesai. Panitia mengumpulkan hasil karya peserta dan mengumumkan hasilnya berapa jam kemudian. Jeda untuk penjurian diisi dengan berbagai kegiatan yang menarik untuk anak-anak.

Intan berhasil mendapat juara 3. Walau tidak juara 1 tapi ayah ibu tetap senang. Yang paling penting, Intan sudah berusaha dan bahagia mengikuti lomba dan bertemu teman-teman baru. Intan mendapat hadiah uang pembinaan dan satu set alat mewarnai, pensil warna dan crayon yang bagus-bagus.

“Ayah, antar Intan ke rumah Diandra, dong, pasti dia sudah di rumah,” pinta Intan.

Ayah pun menuruti Intan, setelah sebelumnya mereka mampir untuk membeli oleh-oleh untuk Diandra.

Diandra senang sekali menerima kunjungan Intan sekeluarga, dia berterima kasih untuk oleh-olehnya.

“Diandra, ini untuk kamu,” kata Intan sambil memberikan hadiah pensil warna kepada Diandra.

“Tapi..ini hadiah lomba kamu, Ntan?” kata Intan ragu-ragu

“Tidak apa-apa, aku sudah punya banyak. Itu buat kamu saja, biar lain kali kita bisa ikut lomba bareng, karena kamu sudah punya pensil warna,” kata Intan.

“Terima kasih, Intan,” kata Diandra sambil memeluk Intan.

Ayah Ibu Intan juga senang melihat Intan dan Diandra berpelukan. Mereka berdua senang Intan tumbuh menjadi anak yang baik dan suka berbagi kepada sesamanya yang lebih membutuhkan.

 

Temukan kami di sini!

Leave a Comment