Cerita Anak – Rococo dan Riri Semut

Spread the love

download

Cerita Anak: Rena Asyari

Versi Cetak: Antologi Cerita Anak Petualangan Rococo

Penutur: Nanik Indarti

 

 

Di suatu pagi yang indah, Rococo asyik membaca. Rococo suka membaca sedari kecil, membaca membuatnya mempunyai banyak pengetahuan. Rococo tak sadar tiba-tiba sekawanan semut merah menghampiri dirinya. Semut-semut itu dipimpin oleh Riri. Riri semut merah yang tangkas, Riri menggiring pasukannya untuk mengendap-ngendap masuk di rumah Rococo. 

 

*** 

Di rumah Rococo banyak sekali makanan, remah roti, remah nasi, buah-buahan. Sebagian tercecer. Setiap hari Riri dan pasukannya membawa makanan ke istana semutnya. Tiba-tiba Rococo seperti melihat sesuatu dari balik bukunya. “Ya ampun… banyak sekali semut. Aku takut” 

Riri sang komandan semut mendengar jerit Rococo. “Hei Rococo, jangan takut sama kami, kami tidak akan mengganggumu, kecuali kakimu menginjak kami. Maka kami akan menggigitmu. Apakah aku dan pasukanku boleh mengambil sisa makanan yang ada di rumahmu Rococo?” Rococo kaget sekali, ini pertama kalinya dia bertemu sepasukan semut. 

Sambil gemetar Rococo berkata “boleh… ambil semampu yang kalian bisa bawa. Hmmm… bolehkah aku ikut ke istana semut Riri?” 

Baiklah Rococo kami akan menggotong badanmu, “ayo pasukannnnn semut bersiap kita angkat tubuh Rococo,” ujar Riri lantang. 

 

*** 

Rococo terlihat bingung tetapi dia senang sekali, ternyata semut-semut itu jumlahnya jutaan, mereka semua mengangkat tubuh Rococo. Riri memberi aba-aba. Kiri, kanan, kiri, kanan, belok kanan, belok kiri,  awas hindari meja, lihat di depan ada lemari, hati-hati menabrak pintu, begitu teriak Riri. Pasukan semut berjalan, suara sepatunya terdengar serempak, tuk…tuk…tuk… *** 

 

Rococo tertawa geli, tubuhnya melayang. Setelah berjalan begitu lama, Rococo tiba di depan istana semut. Rococo mengingat sesuatu dan memperhatikan keadaan sekeliling, ternyata istana semut tepat berada di bawah kamar Rococo. 

Riri menyuruh pasukannya untuk membawa Rococo ke dalam istana. Benar-benar megah istana semut ini ujar Rococo dalam hati. Banyak sekali makanan, kursi, lemari, buku-buku. Rococo baru tahu ternyata kaum semut gemar membaca.  

*** 

Rococo berjalan-jalan di perpustakaan semut, bukunya kecil-kecil sekali. Rococo tidak bisa membacanya. Rococo kemudian bertemu dengan Zorro. Zorro berkacamata. Rococo mencoba kacamata Zorro yang ternyata hanya muat di hidungnya. Rococo dan Zorro tertawa terbahak. 

Zorro adalah semut kutubuku sekaligus penjaga perpustakaan. Zorro bercerita jumlah buku di perpustakan adalah seratusribu, berisi kitab semut, kitab manusia, kitab binatang lainnya, kitab masakan semut, dunia bawah tanah juga beragam macam pengetahuan. Zorro dengan bangga bilang bahwa perpustakaannya tak pernah sepi, bahkan seringkali semut-semut mengantri untuk membaca. Zorro membawa satu buku dari rak, dia menceritakannya pada Rococo. Ketika Zorro sedang mendongeng kisah pangeran semut yang berhasil mengalahkan pasukan Belalang, Rococo malah tertidur.  

Beberapa jam kemudian, Rococo terbangun. Zorro tersenyum melihat wajah Rococo yang merah karena malu. Rococo meminta maaf, Zorro yang baik hati pun memaafkannya. 

***   

Rococo berjalan-jalan kembali di Istana semut. Rococo bertemu dengan raja dan ratu semut. Mereka adalah orang tua Riri. Raja semut sangat dicintai oleh warganya, ratu semut pun sangat cantik. Rococo sangat takjub dengan istana semut. 

“Rococo silahkan menikmati hidangan. Ada banyak makanan di sini, buah-buahan segar, roti gandum, susu yang melimpah, sayuran segar, ikan dan daging juga ada. Beginilah kehidupan kami di sini, saling bergotong royong dan membantu sesama. Tak ada satu semut pun yang kelaparan, kami semua harus berbagi,” ujar Ratu. Rococo mendengar penjelasan Ratu semut dengan seksama. Rococo malu, dia suka berebut mainan dan makanan dengan adiknya.  

“Eeenngg… tidak Ratu, itukan sisa-sisa makanan yang ada di rumahku,” sahut Rococo.  

“Maaf ya kami selalu mengambil sisa-sisa makanan yang ada di sampah juga makanan yang tercecer di rumahmu, makanya Rococo kalau makan harus dihabiskan, jangan tersisa nanti pasukan kami akan mengotori rumahmu”, ujar Ratu sambil matanya mengerling.

 

Rococo bermain hingga puas di istana semut. Tak terasa hari sudah larut, Rococo harus segera pulang. Rococo pun pamit kepada seluruh semut, Zorro, Riri, Raja dan Ratu. Rococo berjanji akan bermain kembali. 

 

Riri mengantar Rococo hingga pintu gerbang Istana. Rococo tiba di rumah dengan perasaan lega, dia langsung menghampiri adiknya yang sedang belajar. Rococo memeluk adiknya dan meminta maaf jika selama ini sering berebut mainan. Di dalam hati Rococo berterima kasih berulang kali kepada Riri semut yang mengajarkan tolong-menolong, dan Rococo berjanji tidak akan membuang-buang makanan. 

 

***END***

Temukan kami di sini!

4 Comments

Leave a Comment