Cerita Anak – Si Komodo Mau Main Musik

Spread the love

Oleh Felicia Gerda Nayoan dan Astrid Van Eenbergen

download

 

Di sebuah desa kecil di tepi hutan tinggal seorang anak laki-laki
bernama Antar, yang baru pulang sekolah. Dia beristirahat sambil minum
teh.

Antar berpikir apakah dia mau bermain layang-layang atau mungkin
memancing ikan di sungai. Lalu tiba-tiba terdengar pintu diketok.

Antar membuka pintu dan terkejut melihat Pirok si anak orang-utan. Pirok
mengenal Antar ketika dia memetik buah2an di hutan tempat Pirok tinggal.
Sejak itu mereka berteman. Tapi Pirok tidak datang sendiri. Dia datang
dengan temannya … Komodo.

Pirok berkata pada Antar: Ini kawanku Komodo. Dia ingin belajar main
musik. Apa bisa kau bantu? Tentu, kata Antar. Ayo kita coba. Pirok dan
Komodo masuk ke dalam rumah Antar.

Antar mengambil suling bambu. Ini suling bambu. Begini bunyinya

Antar bertanya pada Komodo: bisa kau meniup suling bamboo? Ah tidak
bisa. Komodo tidak bisa meniup suling bamboo. Moncongnya terlalu besar.

Tidak apa-apa. Kita coba Sasando “ Begini bunyi Sasando’

Coba kita lihat kalau kau bisa memetik sasando.  ADUH… Komodo juga
tidak bisa main sasando. Kukunya terlalu tajam.

Hmmm… Tapi Antar tidak putus asa  ‘bagaimana dengan Angklung. Begini
bunyi angklung

Komodo berdiri dan mulai main angklung. Komodo suka dengan bunyi alat
musik bamboo yang indah ini. Tapi ADUH, Komodo tidak bisa berdiri
terlalu lama karena badannya amat berat untuk bertumpu di kaki
berlakang. Dia terjatuh.

Komodo juga tak bisa main angklung. Dia sedih dan menangis, tak bisa
bermain musik apapun. Moncongnya terlalu besar, kukunya terlalu tajam,
badannya terlalu berat. Kasihan si Komodo.

Tiba-tiba ekor Komodo secarta tak sengaja mengenai gong.

Antar berteriak senang, “Komodo, kau bisa main gong. Kau bisa main
musiik. Ayo kita bersama main gamelan. Pirok, kau man gender, kata Antar

Antar main gendang dan Komodo main gong.

Komodo amat gembira dia bisa main musik. Diundangnya Antara dan Pirok
untuk main gamelan di rumahnya, Pulau Komodo. Semua komodo di pulau itu
menikmati konser gamelan itu.

Komodo senang bisa bermain gamelan bersama dengan Pirok dan Antar di
depan teman-temannya, yang ingin agar Pirok dan Antar tinggal lebih lama
di Pulau Komodo. Namun Pirok dan Antar sudah harus menyeberang lautan
untuk pulang sebelum hari menjadi gelap. Komodo dan teman-temannya
mengucapkan “Terimakasih untuk musiknya.”

 

 

Temukan kami di sini!

Leave a Comment