Cerita Anak – Si Pirok ke Kota

Si Pirok ke Kota

Diangkat dari buku karya:

Felicia Nayoan Siregar dengan illustrator Astrid Sevrina Van Eenbergen.

Penutur Liston P Siregar

 

Di kawasan hutan tropis di Kalimantan, hujan lebat bias turun tak henti-hentinya sepanjang hari dan malam. Namun esoknya, matahari bersinar terang sejak terbit pada pagi hari hingga terbenam.

Dengan siraman hujan dan sinar matahari yang banyak, tanaman di hutan tumbuh subur dengan pohon-pohon yang bisa sampai setinggi tugu Monas di Jakarta. Dan ada ribuan tanaman di dalam hutan Kalimantan yang membuat beragam satwa gembira: burung-burung, harimau, babi hutan, monyet, dan orang utan.

Pada suatu pagi yang indah, Pirok, seekor orang utan kecil bermain gembira di hutan. Pirok senang berayun dari pohon ke pohon, dan selalu ingin tahu. Tiba-tiba dia mendengar sesuatu…

Dari atas pohon, dia melihat seorang anak kecil, Antar, yang tidak tinggal di hutan. Dia pasti dari kampung kecil di tepi hutan. Antar suka berjalan-jalan ke hutan untuk mengumpulkan buah-buahan. Ada durian, mangga, pisang.

“Hmmm buah-buahan kesukanku,” kata Antar, sambil memasukkannya ke dalam keranjang rotan di punggungnya.

Lelah memetik buah-buahan, Antar duduk bersandar di salah satu pohon dan tertidur lelap. Pirok yang mengamati dari tadi, turun dari pohon ingin tahu apa yang ada di dalam keranjang Antar dan
Pirok melihat ada mangga, pisang, dan durian. Lelah berayun dari satu pohon ke pohon lain,  dia merasa agak lapar dan makan habis semua buah dalam keranjang itu. Kekenyangan, Pirok tertidur di dalam keranjang. Tak lama kemudian, Antar bangun dan berjalan pulang. Tapi… apakah buah-buahan di dalam keranjangnya masih ada?

Di tengah perjalanan, Pirok terbangun. Dari dalam keranjang dia melihat banyak hal yang belum dia lihat sebelumnya. Dia melihat banyak orang berpakaian bagus-bagus. Dia melihat bangunan berjajar, besar dan kecil dan tinggi.

Dia juga melihat kenderaan beroda dua, tiga, dan empat. Dan ada yang bisa terbang.

Pirok melihat pula macam-macam makanan di pasar yang dilewati Antar.

“Apa kira-kira rasanya?” pikir Pirok.

Setibanya di dalam rumah, Antar terkejut karena di dalam keranjangnya tak ada lagi durian, mangga, atau pisang, tapi seekor orang utan kecil.

Sekarang Pirok menyesal telah menghabiskan semua buah-buahan di keranjang Antar. Dia juga sedih karena jauh dari rumahnya. Namun Antar merasa kasihan dan membawa Pirok kembali ke hutan tempat tinggalnya.

Tiba di dalam hutan, Pirok merasa amat senang. Dan dia memeluk Antar erat-erat sebagai ucapan terima kasih.

***

Temukan kami di sini!

Leave a Comment