Dongeng – Raksasa Sampah di Kerajaan Lolontar

Spread the love

Dongeng: Riyana Rizki

Penutur: Riyana Rizki

Ilistrasi Musik: Ketto (Radi Mosintuwu)

download

 

Hari itu Raja Lolontar bangun dengan hati yang bahagia. Ia membuka kaca jendela. Matahari pagi baru saja muncul. Cahayanya yang hangat membuat Ratu Lolontar semakin bersemangat. Hari ini adalah hari libur Ratu Lolontar. Pada hari-hari biasanya, Ratu Lolontar sangat sibuk mengurusi kerajaan. Jadi, ketika hari liburnya datang, ia akan berjalan-jalan keluar istana.

Dengan berjalan-jalan keluar istana, Ratu Lolontar bisa melihat-lihat keadaan rakyatnya. Ah betapa senang hati Ratu Lolontar hari ini. Tapi, yang paling membuatnya senang adalah ia bisa melakukan semuanya itu sambil berolahraga. 

Mengapa? Karena Ratu Lolontar tidak menggunakan kereta kuda, tetapi berjalan kaki. Ratu Lolontar adalah Ratu yang sangat memperhatikan kesehatan dan kebersihan. Meski sangat sibuk mengurusi kerajaan, Ratu Lolontar selalu menyempatkan diri berolah raga di dalam istana.

Selain itu, Ratu Lolontar menerapkan peraturan tentang kebersihan. Ia melarang orang-orang di istana untuk membuang sampah sembarangan. Ratu Lolontar menaruh tempat sampah di seluruh area istana. Dan karena orang-orang di dalam istana sangat menyukai kebersihan maka tidak ada sampah sama sekali di istana.

Kembali ke Ratu Lolontar yang baru bangun ya. Nah, Ratu Lolontar segera bersiap-siap. Ia memakai pakaian yang santai agar bisa berjalan dengan leluasa. Setelah siap, Ratu Lolontar segera mengajak perdana menteri untuk menemaninya. 

Tapi…..

Ratu Lolontar yang tadinya sangat bahagia tiba-tiba marah besar.

“Apa ini?! Apa ini?! Apa ini?!” kata Ratu Lolontar begitu di desa. 

Ratu Lolontar marah karena sampah yang tidak dibuang pada tempatnya. Tidak hanya sampah daun dan sayur busuk yang berserakan, tetapi sampah plastik. Sampah-sampah itu bercampur dan menumpuk di sudut-sudut desa. Bahkan di gunungan-gunungan sampah itu ada banyak lalat.

Perdana Menteri meminta rakyat Kerajaan Lolontar berkumpul. Setelah mereka berkumpul Ratu Lolontar langsung bertanya, “Kenapa sampah-sampah itu masih saja dibuang sembarangan?”

Orang-orang di Kerajaan Lolontar memiliki kebiasaan buruk. Mereka suka sekali membuang sampah secara sembarangan, terutama ke sungai kerajaan. Padahal Ratu Lolontar telah memberikan perintah untuk membuang sampah di tempatnya. Ratu bahkan menyediakan tempat-tempat sampah di pinggir jalan, di taman, dan tempat-tempat umum. Tapi dasar rakyat di Kerajaan Lolontar sangat tidak peduli pada kebersihan.

karena sampah sangat buruk bagi manusia, Ratu Lolontar memerintahkan rakyatnya untuk membersihkan sampah-sampah itu. Rakyat pun bergotong-royong. Ratu Lolontar dan Perdana Menteri juga ikut membantu dan kembali ke istana setelah semua sampah dibersihkan.

 

Keesokan hari Ratu Lolontar bersantai di balkon setelah menyelesaikan seluruh urusan kerajaan. Tiba-tiba hujan turun dengan sangat deras. Tidak berlangsung lama Ratu Lolontar melihat rakyatnya berlari di tengah hujan. Mereka berlari  menuju gerbang istana. Betapa kaget Ratu Lolontar melihat ada makhluk besar yang mengejar mereka dari belakang. Besaarrrrr sekali!

Makhluk yang mengejar rakyatnya itu mirip sekali dengan Raksasa yang pernah diceritakan neneknya. Nenek menyebutnya dengan Raksasa Sampah. Tubuhnya terbuat dari sampah yang dibuang secara sembarangan. Begitu hujan tiba, sampah-sampah itu akan menyatu kemudian dibungkus oleh air. Kata neneknya, Raksasa Sampah suka memangsa manusia. Manusia yang dimangsa oleh Raksasa Sampah akan hidup di dalam perutnya yang penuh sampah. Sebenarnya Raksasa Sampah bukan makhluk baru di Kerajaan Lolontar. Dulu sekali, nenek dari Ratu Lolontar telah menyegel Raksasa Sampah. Itulah mengapa neneknya mewasiatkan agar tidak membuang sampah sembarangan agar Raksasa Sampah tidak bangkit lagi. Pasti karena banyaknya sampah ditambah hujan yang sangat lebat telah membangkitkan Raksasa Sampah. Ini semua pasti karena rakyat Lolontar membuang sampah sembarangan. Tapi….ah sudah terlanjur.

Ratu Lolontar tidak ingin rakyatnya habis dimakan Raksasa Sampah itu. Bergegas Ratu Lolontar segera memerintahkan pengawal istana untuk membuka gerbang. Sementara itu, ia pergi ke ruang penyimpanan benda pusaka. Di ruang itu, neneknya telah mewariskan sebilah pedang yang bisa menyegel Raksasa Sampah itu.

Gerbang dibuka. Orang-orang mulai masuk. Dan dengan berani Ratu Lolontar berlari keluar sembari membawa pedang pusaka. Dengan sekali tebas, Raksasa Sampah terbelah. Seperti ada kepulan asap hitam pekat keluar dari tubuh Raksasa Sampah. Kepulan asap hitam pekat itu kemudian menghilang di udara. Air tumpah dari tubuhnya. Sementara sampah-sampah terbang ke langit dan turun lagi seperti hujan.

“Inilah akibatnya kalau kalian membuang sampah sembarangan.” Kata Ratu Lolontar.

“Maafkan kami Ratu. Maafkan kami.”

Hari itu, rakyat Lolontar berjanji tidak akan membuang sampah sembarangan. Mereka akan menjaga lingkungan tempat tinggal mereka dari sampah agar musim penghujan nanti Raksasa Sampah tidak bangkit lagi.

 

Yogyakarta, 25 April 2019

Temukan kami di sini!

Leave a Comment