English Lesson – Musim Sudah Berganti

Spread the love

Musim Sudah Berganti

Cerita: Indah Darmastuti

Narator: Siti Fathonah

download

 

“Aku pulang….” Teriak Difa girang. Ia baru pulang sekolah.

“Wah..Badanku basah semua.”

“Kamu lupa membawa payung ya?” Tanya Tera.

“Tidak.  Tetapi aku tadi mengantar kawan yang lupa membawa payung.”

“Harusnya jangan sampai lupa karena musim sudah berganti.”

“Betul, Tera. Kita sudah masuk ke Rainy. Rainy adalah bahasa Inggris musim penghujan.”

“Rainy?”

“Ya! Rainy. R-A-I-N-Y.”

“Benar. Di negeri kita hanya ada dua musim. Musim penghujan dan musim kemarau. Kalau musim kemarau bahasa Inggrisnya: Dry Season.”

“Dry Season.”

“Benar, Dry Season. D-R-Y S-E-A-S-O-N.”

“Kalau di Eropa, mereka mengalami empat musim.”

“Musim Semi. Spring. S-P-R-I-N-G.”

“Spring.”

“Musim Panas. Summer. S-U-M-M-E-R.”

“Summer.”

“Autumn. Autumn. Musim Gugur.. A-U-T-U-M-N.”

“Autumn.”

“Untuk Musim Dingin kita menyebutnya Winter. W-I-N-T-E-R.”

“Winter. Musim Dingin. Di sana banyak salju ya?”

“Benar. Banyak salju. Snow.”

“Snow?

“Ya. Snow adalah salju. S-N-O-W.”

“Aku ingin memegang salju, kak.”

“Ya, Tera. Teruslah berharap. Dan rawat baik-baik keinginanmu. Semoga kamu bisa meraihnya. Tetapi, sekarang coba ulang macam-macam musim dalam bahasa Inggris.”

“Rainy, musim penghujan.”

“Dry Season, Musim kemarau.”

“Spring, musim semi.”

“Summer, Musim Panas.”

“Autumn, Musim Semi.”

“Winter, Musim dingin.”

“Bagus. Sekarang mari kita duduk di sini, kita akan mendengar suara hujan.”

“Ya. Hujan.  Aku suka mendengar suara hujan.”

“Hujan, dalam bahasa Inggris: Rain.”

“Rain. Baiklah, mari kita mendengar suara Rain.”

Mereka berdua duduk bersebelah. Masing-masing membawa secangkir teh hangat.

Temukan kami di sini!

Leave a Comment