English Lesson – Sakit Perut

Spread the love

Untuk mendengar audio, klik tombol di bawah ini:

Untuk mengunduh audio, silakan klik di sini.

Cerita: Muthia Sayekti

Narator: Muthia Sayekti

 

“Kamu kenapa, Tera? Kok dari tadi pegang perut terus?” tanya Difa terheran-heran melihat adiknya seperti meringis menahan rasa sakit

“Aku tak tahu, Difa… Rasanya perutku sakit sekali.”

“Kamu sudah makan belum?” Difa mulai menebak penyebab sakit perut adiknya.

Tera menggeleng lemah. Difa melihat jam dinding. Siang sudah mulai bergeser sedikit dan waktu menunjukkan pukul tiga lebih lima menit. Tera pasti terlambat makan siang.

Difa cepat-cepat mengambilkan air putih hangat dan madu. Ia juga menyiapkan sepiring nasi dengan lauk yang ada di meja makan.

“Ini minum dulu, Tera…” kata Difa sambil membantu adiknya meminum air hangat dan menyuapinya sesendok madu. Tera sudah nampak berkeringat dan tiba-tiba ia bersendawa.

“Sudah agak enakan, Difa. Terima kasih…” kata Tera sambil mengatur nafas.

“Iya, sama-sama. Ini, makan dulu… perutmu sakit karena kamu terlambat makan siang,”

Tera tidak banyak membantah. Ia memang merasa bersalah karena sedari siang terlalu asyik mendengar audio-book sampai lupa waktu makan. 

“Lain kali jangan diulangi, ya… Di dalam perutmu ada banyak organ yang penting untuk dijaga kesehatannya. Kalau kamu makannya tidak teratur, organ-organ itu bisa berfungsi tidak maksimal,”

“Memangnya organ di dalam perut ada apa saja sih, Difa?” tanya Tera penasaran

“Macam-macam… terutama untuk sistem pencernaan, yang mengolah makanan yang kita konsumsi.”

“Contohnya?” desak Tera pada kakaknya.

“Yang barusan kamu rasakan sakit itu, namanya lambung…”

“Oh begitu… Eh sambil belajar Bahasa Inggrisnya dong, Difa… Mau nggak?”

“Boleh. Lambung itu bahasa inggrisnya STOMACH, S-T-O-M-A-C-H.”

“Stomach, S-T-O-M-A-C-H. Wah, sama seperti bahasa inggrisnya perut ya?”

“Betul sekali. Lalu setelah lambung, ada usus halus, bahasa inggrinya SMALL INSTESTINE, S-M-A-L-L-I-N-T-E-S-T-I-N-E,”

“SMALL INTESTINE, S-M-A-L-L-I-N-T-E-S-T-I-N-E”

“Sip. Selanjutnya ada usus besar. Kalau ini bahasa inggrisnya COLON, C-O-L-O-N,”

“COLON, C-O-L-O-N! Bukan Big Intestine ya? Hehe” kata Tera iseng bertanya.

“Hahaha… bukan, Tera. Bisa saja kamu ini. Oh ya, lupa… sebelum usus besar ada usus 12 jari. Yang ini bahasa inggrisnya, DUODENUM, D-U-O-D-E-N-U-M,”

“DUODENUM, D-U-O-D-E-N-U-M”

“Good! Nah, ini bagian dalam pencernaan yang fungsinya sebagai jalur untuk membuang sisa makanan namanya dubur, bahasa inggrisnya RECTUM, R-E-C-T-U-M”

“RECTUM, R-E-C-T-U-M. Bukan anus ya, Difa?

“Sama saja kok, itu sinonimnya. Anus pun bahasa inggrisnya sama, tapi pengucapannya ANUS, A-N-U-S,”

“ANUS, A-N-U-S”

“Yap! Betul begitu… nah, sekarang tahu kan organ-organ dalam perut kita? Semua itu perlu kita jaga kesehatannya. Jangan diulangi lagi ya lupa waktu makannya, biar nggak sakit lagi,”

“Siap, Difa… terima kasih ya!”

 

Temukan kami di sini!

Leave a Comment