Masih, Meski Bukan yang Dulu

Spread the love

Puisi karya Saut Poltak Tambunan
Versi cetak: Antologi Puisi Masih, Meski Bukan Yang Dulu
(Penerbit SPT – Selasar Pena Talenta, 2013)

Dinarasikan oleh Flora Kioen Tanujaya
Ilustrator Musik:  Endah Firiana

Masih, Meski Bukan yang Dulu

Risaukan apa lagi, kekasihku. Masih ada taman ini menjulurkan rindangnya untuk kita berteduh. Masih ada rumpun semak melambai berkerisik ditiup angin, untuk kita sembunyi bercumbu. Masih ada mawar merah yang bisa kusunting untuk kuselipkan di  balik telingamu. Masih ada kupu-kupu putih mungil melintas di atas kepala kita. Masih, meski semua itu bukan yang dulu.

Risaukan apa lagi, kekasihku. Masih ada langkah yang bisa kita ayun bersama, meski sedikit goyah terseret. Masih ada helai rambut yang harus kusibak di keningmu untuk dapat membisikkan suara dari hatiku, meski mulai memutih. Pendengaran kita mungkin mulai berkurang, tetapi kita selalu sudah mendengar sebelum kita mulai saling bicara.

Risaukan apa lagi, kekasihku, aku selalu ada, meski semakin meski…!

mei 2009

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *