Pesawat Kertas

Spread the love

Penulis Yuditeha
Versi cetak Gora Pustaka Indonesia 2019
Pencerita Noer Atmaja
Ilustrasi musik Endah Fitriana

Tersebutlah lima sekawan yang kompak. Yang pertama bernama Anjani yang berarti putih, kedua bernama Hepita yang berarti putri, ketiga bernama Kamal yang berarti luar biasa, keempat bernama Nursam yang berarti cahaya matahari, dan kelima bernama Sehar yang berarti cerdas. Meski mereka berbeda sifat tetapi selalu rukun. Suatu hari mereka memutuskan untuk bertanding membuat dan menerbangkan pesawat kertas. Siapa di antara mereka yang bisa menerbangkan paling jauh pesawat kertas buatannya, dialah yang menjadi juaranya.

Hari yang ditentukan tiba. Kelima sekawan telah bersiap. Yang digunakan untuk bertanding adalah tempat favorit mereka biasa bermain, di sebuah kebun yang cukup luas, belakang rumah tak berpenghuni yang di dekatnya ada sungai kecil yang airnya sangat jernih. Masing-masing dari mereka sudah menyiapkan kertas sebagai bahan membuat pesawat. Begitu pembuatan pesawat kertas telah selesai, mereka berlima siap di tempatnya masing-masing untuk menerbangkannya.

Dari kelima sahabat itu, hanya Nursam yang sangat yakin akan memenangi pertandingan itu. Sedangkan yang lainnya lebih menikmati uforia kegembiraan bertanding. Ketika sudah siap, mereka memberi aba-aba bersama-sama. Satu, dua, tiga…. Pesawat kertas mereka terbang.

Setelah masing-masing melakukan pengamatan sendiri-sendiri, pesawat Sehar menempati urutan ke-4, dan pesawat Anjani meraih nomor 3. Lalu yang berhasil menempati urutan ke-2 pesawat milik Kamal. Dan tidak disangka, yang meraih juara pertama si cantik Hepita. Mereka tampak bersuka ria. Tapi sorak-sorai mereka seketika terhenti usai mendengar peringatan “Stop” dari Hepita.

“Ada apa Hepita?” tanya Kamal.

“Pesawat Nursam mana?” tanya Hepita. Spontan mereka melihat ke arah Nursam, yang ternyata sedang nangis terisak.

“Nursam kenapa?” tanya Anjani. Tanpa bicara tangan Nursam menunjuk ke arah sungai. Ternyata pesawat Nursan sedang hanyut di sungai kecil itu. Tanpa diberi aba-aba keempat teman Nursam mendekati pesawat. Mereka saling bantu untuk meraih pesawat Nursam yang hanyut. Saking gembiranya mereka seperti tak peduli basah, bahkan tak peduli tentang peringkat juara yang ditentukan di awal. Kegembiraan itu terasa sempurna kala Sehar memanggil Nursam untuk ikut larut dalam kebersamaan itu.***

2 thoughts on “Pesawat Kertas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *