Puisi – Dongeng Bukit Duabelas

Download

Dongeng Bukit Duabelas

Puisi Rini Febriani Hauri

Versi cetak Hari Puisi, 5 Agusutus 2018

Narator: Indah Darmastuti

Editor dan Ilustrasi musik: Lani dan Ketto (Radio Mosintuwu, Poso)

 

Kami hanyalah sisa-sisa belantara

Di antara gempita eskavator dan chainsaw

Yang memberadabkan negeri dari tradisi

 

Di antara setapak yang jauh masuk ke tengah rimba

Para dewa bersemayam menanam biji dan kesuburan

Hingga tumbuhlah moyang dan inang kami

Seperti bersatunya lumut pada tumpukan batu dan kayu

 

Sejak peradaban datang,

Siang semakin lama menjelang

Dan hari terasa pengap diterpa kabut asap

 

Babi hutan sulit ditemukan

Pohon-pohon sawit mengisap kehidupan

Sepanjang sungai pergi dan terlupakan

 

Pokok-pokok kayu menganga

Seperti mengisahkan dongeng cenayang

Yang tak lagi singgah memberi isyarat

Pada tumenggung yang letih menerka masa depan

 

Kau lihat? beras telah melahirkan kaum eksodus

Yang rela keluar rimba tanpa kepastian

Dan juga restu nenek moyang

Kecuali mereka menjadi kuli dari lahan sawit

Sekadar mengobati rasa takut dari perut yang buncit

 

Di sudung yang murung, beras tinggal dua gelas

Betapa naas hidup terkatung di tengah rimba

Pelahan-lahan dihancurkan pendatang

 

Lihatlah, jalan-jalan terbuka lebar dan matang  

Semakin ke dalam, semakin lapang;

Hanya deru angin menyapu hamparan belukar

 

Muaro Jambi, 2018   

 

Temukan kami di sini!

Leave a Comment