Pukul tiga dini hari

Spread the love

Puisi Muhammad Nanda Fauzan
Versi cetak Fajar Makassar
Penutur : Abednego Afriadi
Ilustrasi musik Endah Fitriana


Puisi ini pernah memenggal kepala kita, pukul tiga dini hari .
Ia pohon penyangga Langit yang ditebang
Karena kita ingin terbang, menjangkau seluruh
Yang lesap dari pandang.
Puisi ini pernah memanggil langkah kita, pukul tiga
Dini hari. Ia kedua tangan yang kau katupkan saat berdoa
Di pekarangan rumah ibadah, Disapu oleh amin
Para jemaah Juga arwah-arwah.
Puisi ini pernah memanggul tubuh kita, pukul tiga
Dini hari . Ia Peluh para buruh, pelukan yang berubah
menjadi peluru, rasa lapar yang menampar
Kerja dua belas jam sehari.
Pukul tiga dini hari, puisi ini gagal dituliskan.

Lebak 2018

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *