Seruni Unie
Aku mencicipi hening
dan senyum asin tersaji dalam piring
bukan lelaki kutuk
atau matahari tertusuk
jarum takdir, semisal janji lamis pada jemari manis
segalanya tak nampak berwarna sephia
hanya seperti sendawa, tertahan di dada
melipat di pelupuk mata
tiba-tiba aku percaya
senyum adam sering kali menjelma bisa
di gelas hawa
Banyuwangi, 2014/2015