Seruni Unie
Kelak kau paham, akulah perempuan sudra yang rajin merawat kegilaan
Sejak waktu tersungkur mengajari syukur, segala malam adalah wahyu
Untuk sekedar mengintip doamu dari kepungan jarak sendu
Sebab selalu kuingin berkhalwat, setiap adzan lewat
Menikmati pelukan khidmat
Sekalipun dalam hayal sesaat
Kau pasti tahu, langkahku terlanjur majnun
Membiarkan mimpi tumbuh anggun pada rendah hatimu
Menciumi lebat zikir, tanpa pernah merasa pandir
Begitulah, garis tanganku hari ini
Menggantung doa pada brahmana
Dikejauhan manah
Meski mungkin tak merekah
Mungkin kau tak berkenan
Tapi sebagai hamba, aku hanya mampu bertaat
Mengikuti alur kodrat, mengikblati sunyi syahwat
Dipinggiran waktu
: hingga maut dan usia bercumbu
Solo, 2017
( : Media Indonesia, 04 Februari 2018)