Puisi Faris Al Faisal
Narator: Abednego Afriadi
Ilustrasi musik Endah Fitriana
Segalanya menuju beranda senja
Dengan tongkatnya yang terantuk lantai
Seorang lelaki—konon penyair
Terkantuk-kantuk di sore hari
Sekarang semua hampir tenggelam
Matahari jingga tinggal sejengkal tangan
Waktu mendekati muara kesamaran
Tak tampak ladang ketika pagi mencangkul
Kita sudah membaca karangan puisi
Tentang harum bau tanah moyang
Juga akar belukar rumput dan belalang
Hidup adalah menghamparkan kebaikan
Bersama memungut daun-daun cemara
Merangkai sarang menjemput rembulan malam
Di puncak keabadian sunyi tanpa bunyi
Kita membuat sajak siul burung berjambul
Jiwa yang tercenung memandang gunung
Akhirnya mendaki ketinggian batu-batu bahagia
Indramayu, 2019