Puisi – Pujakesuma

DOWNLOAD

 

Pujakesuma

Puisi Dhani Lahire Awan

 

Aku mengelesot sekenanya

Di putih lantai setelah ibu mengibaskan kain batiknya

Malam itu mataku terpaku pada selembar peta

Pulau besar dengan nama Sumatera

“Benar aku keturunan Sumatera, bu?” tanyaku

Ibu mengangguk sembari menebar gemerlap bintang

Menyala terang pada sudut-sudut ruang

Bagai suluh yang tak ingin padam menuntun hidupku

“Solok nak… Solok… itu kota kelahiran Ayahmu”

“Sumatera Barat pulaunya,” ibu merangkai kata

Telingaku menangkap tajam barisan kata ibu

Mataku mengeja abjad-abjad pada peta yang terjalin menjadi kota

Seruling dalam figura itu adalah saluang

Terbuat dari bambu talang

Hanya memiliki empat lubang

Cerita ibu seakan ingin menguak misteri yang terpajang

Nenekmu membuat lemang dengan talang

Datukmu lebih memilih membuatnya menjadi saluang

Meskipun ayahmu memanggul senjata

Tapi ia tak lupa akar budayanya

“Nada saluang Solok paling sedih, Nak,”  ibu merapat padaku

“Sebagai pengingat kampuang nan jauh di mato,” sambung Ibu

Aku mengambang tenang kala ibu menatapku dalam

Mata ibu bercahaya, menjelma hangat membalut malam

Aku benar separuh orang minang , tak sekadar suka rendang

“Kau nak…kau adalah pujakesuma, putra Jawa keturunan Sumatera”

Ditingkah renyai hujan di malam yang kian matang

Sudut mataku menangkap ibu menjelma bunga wangi tak terkira

 

Semarang, Februari 2018

 

Leave a Comment