Puisi karya Anissa Wulandari
Narator Juliana Ira Astuti
Ilustrasi musik Endah Fitriana
Mungkin aku tidak akan menjadi kalimat dalam paragrafmu.
Aku hanya menjadi tersangka dalam setiap kasusmu.
Tidak pernah naik pangkat menjadi saksi.
Selalu tersalahkan dan kau paksa meminta maaf.
Walau begitu aku selalu memberimu istimewa.
Pundaku tak pernah goyah menerima sandaranmu.
Telingaku tak pernah bosan mendengar keluhmu.
Dan tanganku tak pernah lelah membasuh pilumu.
Namun sedemikian upayaku tidak mampu memantapkan hatimu untuk membersamai langkahku.
Mungkin aku terlalu hanyut pada awal.
Mudah saja bukan? berkata aku janji tidak akan meninggalkan
Pada kenyataanya jenuh, bosan dan akhirnya meninggalkan.
Aku pun kembali luka.