Oleh Risky Amir
Juru Demung
dua puluh satu kuda jadi rangka pada lagu-lagu yang beku. dan di dengung terakhir juru demung, aku tahu, tak akan ada lagi yang bertanya. sebab perjalanan semakin tak terduga. tapi magrib telah raib, dan kita saksikan baginda menjelma saka di setiap gatra asmaradana.
hanya sisa nyala-bara renjana dan telapak tangan. lalu gerhana terbuka, mengirimkan serentetan
dada pada pepohonan. bila esok hari pada peta
ada api yang menyala, laki-laki itu tidak akan
kembali, karena ia tak percaya diri lagi.
2018