Puisi – Puisi Vulgar untuk Calon Pacar

DOWNLOAD

Puitri Hatiningsih

Hai lelaki sederhana ,
aku hanya perempuan patah hati yang selalu berjaket untuk menampik suhu ruang dan angin musim tak berkendali.
Kata-katamu telah berakar, berbatang beranting hingga mengecap tebing tebing.
Baitmu berakar tunggal mengikat di pankreas
Selokamu berbatangĀ  memalang membuka dekapan mengahalang keinginan selainmu.
Huruf hurufmu beranting -ranting dengan sore dan jejak kaki burung cokelat tanpa suara.
Kalimatmu bermalam dan berwudhu di dadaku, dalam buket taman , kalimatmu daun daun tempat embun biru berangkat menuju matahari.
Tanda bacamu bunga jambu lembut merempah merah di bumi , remah manisan berwarna menyala menutup serakan daun- daun yang tak kuperbolehkan tersapu oleh penjaga museum di pagi itu.
Rimamu berbunga payung berkelopak tak sama ,pucuknya menyentuh dekat antara dua alisku.
Sela kata mu dalam genggam buket berikat serat pandan liar.
Peribahasamu buah markisah , yang terus berkisah
Sayap katamu terus memagut, mencubit leher tengadahku dengan tanda merah malu-malu, denganĀ  bawah bibir yang berjerawat.
dan kita berjarak dua puluh tujuh lampu merah untuk tak berhenti berkirim kata

Pagi 2 maret 2011

 

 

Leave a Comment