Puisi – Tapak Dara Berkelopak Genap

DOWNLOAD

Puitri Hati Ningsih

 

Perempuan tanpa darah di tiap bulannya

Bulan-bulan hampa

Merah berputar di jalanan buntu

Badai terperangkap

Embun berguguran di sekujur tubuhnya.

Bila sabit bulan terlihat mengalis langit.

 

Ia tak kenal bulan

Tahun-tahun tanpa tanggal merah.

hanya malam

Tapak dara rindu merah

Tak istirahat bersujud, tak ada penghalang  merah

Ia tak menghapus darah di jarinya yang tergores pisau dapur

Ia timang alirnya hingga mendung tersingkir dari angkasa

Hingga merah mengalir sampai rambutnya

Sampai badai mereda

Merenda garis pelangi tanpa warna merah

Bebaskan mimpi buruk dari tubuh plastiknya

Leleh oleh kata-kata sendiri

Lelah mencari satu kelopaknya.

Lelah mencari hari magentanya

 

11 Maret 2012

 

 

Leave a Comment