Seruni Unie
Ketaatanmu pada bapak mengantarkan cerita onak, Suminten
Hadiah kemenangan serupa anak mantu sang adipati, justru menjadi sejarah nyeri
Calon suami yang di gadang di akad sakral, tiba-tiba ingkar
sebab bukan padamu, pilihan dijatuhkan
Ia mengembara, menemukan belahan jiwanya
Sementara kau menghadapi aib, mengenyam pahit sebuah nasib
Menanti tanpa henti
Berharap lelaki itu kembali
Hingga sepotong waktu, mencatatmu
: sinthing
Berjalan kesana kemari, compang-camping
Menderaikan tawa, memanggil nama lelaki itu sekencangya
Debu-debu kau akrabi, sepi angin kau kencani
Langkahmu tanpa arah
Solo, 2014
( : Minggu Pagi, Nopember 2014)
Biopenulis : Seruni Unie, penikmat puisi asal Solo. Bergiat di Sastra Pawon.