oleh Andi Sriwahyudi
sru mengambang di perjalanan malam. tubuh panggungnya yang wangi hampir menjadi mesin. sru tersenyum sendiri. sejak pagi tadi sru menyembunyikan senyumnya di balik kertas – kertas di meja kantor. kini sru ingin mencintai malam dan dirinya sendiri. ia ingin menulis masa lalu di keningnya. tentang ayah dan ibunya yang bersemayam di balik pelangi. kadang ia bertanya pada pagi dan daun basah: mengapa manusia menjadi begitu garang memburu kebahagiaan? sru melihat dunianya yang remaja lalu dihias dengan suaranya, dengan tangannya, dengan bibir mungilnya, dengan mata dan mata hatinya. ia lupa jika cinta sedang bermain di halaman rumahnya sejak tadi pagi. dan ternyata sudah berhari – hari. sru mengambang di perjalanan. kadang ia tertawa mengingat mas kecilnya yang begitu pemalu. sru hanya ingin menata dunia seputarnya. untuk dirinya dan semua yang hatinya tersenyum kecil ketika mendengar kata: se-rasa.
Surabaya, 25 April 2018