Sriwahyudi Eswe
Siapa yang sedang termangu tengah malam bersama ingatan
Kamu di seberang sedang berdua bermain kemarahan yang terpendam.
Aku menghitung bintang dan merasakan air mata. Mengalir. Sangat pelan.
Dan Suara angin. Udara masih asin. Aku tak bisa membencimu.
Sebentar saja terlupakan tapi lama sekali ia berjalan. Menuju padaku.
Berhari – hari yang bangsat! Kamu tak pernah tahu.
Aku menerima. Diam membaca garis – garis tangan.
Anambas, 22/7/2018