Akhir.
Puisi Brita Putri Utami
Narator: Astuti Parengkuh
aku mengulur waktu
bernegoisasi dengan Tuhan
subuh ini, hanya lewat helaan nafas
Tuhan tampakkan wajah melalui dia?
yang membawa sembilu?
membawa sekantung besar kenangan-kenangan
Yang tak diceritakan
masih tentang ucapan selamat ulang tahun
birth-die?
kusiapkan lubang-lubang
kubur untuk pendam
kemudian pagi ini berkabut,
dingin, beku, seperti memori
mungkin aku harus lupa
tentang kau
dan percakapan di antara mata kita.
(17Juni2012,Jogja, kopinya pahit sekali)