Penulis : Puitri Hatiningsih
Narator: Indah Darmastuti
Mungkin ini puisi pertamaku tentangmu
Kata teman sekolahmu, kau primadona dulu
Sayang kau tak wariskan ayumu
Tapi kau turunkan ilmumu
Kuingat dulu aku sering iri padamu, karena kau lebih cantik dariku
Aku tak mewariskan tulisan tanganmu yang indah,
karena tulisanku mirip ayah
aku tak berwajah ibu, tapi berwajah ayah
kita memang beda, ibu
ibu suka warna bibir cerah, aku suka warna tanah
kamu pon aku pahing.
Ibu,
kini aku selalu pamit padamu
Tak seperti dulu, aku sering naik gunung, pamitnya hanya pergi kemah ke lembah
Kini aku tidak naik gunung lagi, tak ingin ke mana-mana lagi
Kecuali di rumahmu
Kecuali aku bisa membawamu dengan tiket terbaik di tanganmu
Ibu,
Jika aku bisa
Aku ingin membebaskanmu dari setiap kecemasanmu
Tentang kesendirianku
Aku tidak sendiri, Ibu
Tapi aku bersama malaikat pencatat kenanganku