oleh Indah Darmastuti
Seperti yang dibisikan udara kemarin pagi. ada yang datang berupa nada yang masih samar kita baca. ia menjelma suara angin. kadang begitu lamban berjalan lewat arteri di sepanjang malam. di sana kamu masih berdiam bersama rambutmu, bibirmu, gigik kelincikmu, kacamatamu, celana blue jeansmu, dan mata yang kian hari kian menggambar rindu. aku mulai membaca apa saja yang berubah dan merubah. selurus jalan akan menggandeng tangan kita menuju cerita yang selalu baru. dan waktu sedang diam mengajari kita untuk menjadi bertahun – tahun. dengan tenang dan legawa.
Jogja 28 Juli 2018