Puisi – Pelan-Pelan

Pelan-pelan (Karya Aprilia Ciptaning Maharani)

: S

 

Pertemuan kita, barangkali

tak semudah dulu; memesan bakso

sambil menyeduh sendiri

teh hangat kesukaan

Semakin rimbun semak-semak, bukan subur—sebab kita tak

pernah menyirami—tapi liar, menempel benalu-benalu

lebat dan hinggap dalam tumbuh-tumbuhan

yang dahulu pernah kita tanam.

Usia, kedalaman dada.

Haruskah kita menghamba pada waktu?

Demi sekedipan detik yang kita tawar untuk menebus rindu.

Kita pernah sama-sama belajar bersama:

mengeja dan menulis kata-kata.

Kita membacanya, lantas termenung

menunggu nasib

membacai takdir-takdir

yang kita duga.

Jalan itu kini bercabang; batang yang tumbang melintang

arah masing-masing, ada mereka yang kautuju. Dan sihir,

telah menyulap kita yang pelan-pelan

menanggalkan nyawa.

Surakarta, 2018

Temukan kami di sini!

Leave a Comment