Puisi dan Narator: Sigit Rais
Untuk memutar audio, klik tombol di bawah ini:
Untuk mengunduh audio, silakan klik di sini.
Tubuhmu pernah nyata di depan mata
di garis tanggal yang pernah kita tandai
sebagai lukisan di titik jumpa
ketika deras renjana mengalir menuju muara hati
di mula cuaca
satu demi satu kuurai setiap bait masa lalumu
sekadar mencari-cari
seperti apa gemerlap cinta yang kau mau
berabad, kita pernah jadi letup kembang api
dengan geliat kisah tak biasa yang
kucatat di setiap helai daun yang jatuh ke bumi
lalu, perpisahan mampir di depan mata
pergimu tepikanku di buncahan duka yang
mengerak di ujung lidah berkarat
aku ditinggalkan, jauh
jauh sekali
siluetmu di masa itu
kusimpan selamanya
di mulut kenangan yang penuh tanda tanya
Surakarta, 2017