Puisi – Kisah Sepanjang Bintang

Kisah Sepasang Bintang

Puisi: Mario Lawi

Versi cetak: Harian Kompas 31 Maret 2018

Narator: Indah Darmastuti

download

 

 

Lewat sungai mana ibu menghanyutkanmu? Aksara apa yang digurat ibu pada pahamu?

Orang-orang laut memelukmu, merasakan cinta mereka padamu jauh lebih tua dari usia langit. Padamu mereka sematkan sirip dan sisik, agar kau anggun dan bebas memasuki palung-palung tergelap, menelusuri ruang-raang rahasia yang mengalirkan cerita bagi tanah ibumu.

Seorang lelaki menunggumu di pantai, dipersembahkannya nira dan gula yang ditampungnya dengan periuk-periuk tanah liat dari dapur para raja, dikumpulkannya dari lontar-lontar terbaik pada musim di mana angin pelan mengembus, di mana lagu-lagu yang bersahut-sahutan dari atas pohon-pohon lontar terdengar lebih merdu ditimpa suara pelepah-pelepah yang dipukul, haba yang dibersihkan dan batang- batang mayang yang dikerat.

Kau memintanya ikut setelah mencecap manis yang dipikulnya dari darat, sementara mata ibu yang awas mencari puteranya kian terbelalak ketika menemukan aksara paling akrab di paha kananmu. Diratapinya kehendak langit, dimintanya kalian mengurangkan hasrat agar terhindar dari tulah para dewa. Suara tangis yang makin hebat mengubah kalian menjadi sepasang cahaya, perlahan mengangkasa ke langit barat dan timur, bergantian terbit dan terbenam sebagai bintang barat dan bintang kejora.

 

Leave a Comment