English Lesson – Di Kebun Nenek

Di Kebun Nenek

Cerita: Esty Dyah Imaniar

Narator: Muthia Sayekti

download

 

Libur sekolah kali ini Difa dan Tera bermain ke rumah Nenek di desa. Mereka senang sekali karena Nenek mempunyai kebun buah yang luas di belakang rumah. Sesampainya di rumah Nenek Difa segera mengajak Tera ke kebun buah.

“Buah-buah di kebun nenek ada banyak sekali. Aku akan menyebutkan nama-nama mereka dalam bahasa Inggris untukmu,” kata Difa.

“Ini apa?” Tera meraba pohon pisang. Dia bisa merasakan itu pohon pisang, hanya saja ingin tahu namanya dalam bahasa Inggris.

“BANANA.”

“BANANA.”

“Kita menulisnya B-A-N-A-N-A.”

“B-A-N-A-N-A,” Tera mengulangi sambil masih memegangi pohon pisang.

“Kalau ini PAPAYA,” kata Difa memindahkan tangan Tera ke pohon lain yang lebih pendek. Meskipun buahnya masih kecil, Tera bisa meraba kalau itu adalah pepaya.

“PAPAYA?”

“Betul, Tera. Ejaannya P-A-P-A-Y-A.”

“P-A-P-A-Y-A.”

“Coba tebak, ini pohon apa?” tanya Difa. Tera sudah dibawanya menuju pohon lain yang jauh.

Tera meraba sebentar sebelum menjawab pasti, “Kelapa!”

“Tepat sekali. Namanya adalah COCONUT.”

 

“COCONUT?”

“Iya. Ditulisnya C-O-C-O-N-U-T.”

“C-O-C-O-N-U-T.”

Terdengar suara daun bergoyang dan ranting yang patah. Tera menoleh khawatir sebelum Difa kembali dengan meletakkan buah di tangannya.

“Tadi Difa ambil buah ini. Coba tebak itu apa.”

Tera memakan buah di tangannya. “Jambu biji?”

“GUAVA. Bahasa Inggris untuk jambu biji adalah GUAVA.”

“GUAVA.”

“Ejaannya G-U-A-V-A.”

“Hati-hati, Tera!” teriak Difa saat Tera berjalan jauh darinya menuju daerah pohon nanas.

“Di sini ada banyak pohon buah nanas,” katanya pada Tera yang meraba di sekitarnya tapi tidak menemukan batang pohon apapun.

Difa membantunya berjongkok dan perlahan memegang pohon nanas yang sedang berbuah.

“This is PINEAPPLE. Ini adalah Nanas.”

“PINE..APPLE?” Tera mengulang perlahan.

“Betul. Dengar baik-baik ya ejaannya. P-I-N-E-A-P-P-L-E.”

“P-I-N-E-A-P-P-L-E.”

Difa masih mengajak Tera berkeliling di kebun Nenek saat Ibu memanggil.

‚ÄúDifa! Tera! Ayo pulang dulu!” teriaknya dari jauh. Sebelum kembali ke rumah Nenek, cepat-cepat Difa menyebutkan nama-nama pohon buah yang mereka lewati menuju rumah Nenek sekaligus mengecek hafalan Tera.

“Labu?”

“PUMPKIN. P-U-M-P-K-I-N.”

“Mangga?”

“MANGO. M-A-N-G-O.”

“Jambu monyet?”

“CASHEW. C-A-S-H-E-W.”

“Good job, Tera!”

Keduanya mempercepat langkah ketika mencium aroma lezat dari teras belakang rumah Nenek.

“Ayo makan kudapan dulu,” kata Ibu sambil memberikan gorengan hangat ke tangan Tera.

“Ini nangka, ya?” Tera menebak irisan buah yang jadi isian gorengan tepung di tangannya.

“Iya, ini namanya satelit. Seperti bakwan tapi isinya buah nangka. Apa nama bahasa Inggris nangka?” tanya Ibu.

“JACKFRUIT. J-A-C-K-F-R-U-I-T.” Tera menjawab dengan cepat karena sebelumnya sudah berkenalan dengan pohon itu di kebun Nenek.

“Sekarang minum jusnya, Tera. Coba tebak itu buah apa!” kata Difa.

“AVOCADO?” jawab Tera setelah meminum jus alpukatnya, langsung dalam bahasa Inggris.

“Wah, hebat!” Ibu menepuk bahu Tera pelan.

“Kata Tera, ejaannya A-V-O-C-A-D-O.”

“Betul sekali!” Difa bertepuk tangan lalu mengambil gorengan nangka sebagai hadiah untuk Difa yang sudah belajar nama-nama buah dengan penuh semangat.

Makan dan minum olahan buah dari kebun sendiri seperti itu rasanya sangat nikmat. Rasanya dia ingin liburan tidak segera berakhir. []

Temukan kami di sini!

Leave a Comment